Pada sesi kali ini saya akan berbagi ulasan singkat dan pengalaman dalam menyikapi terbitnya ISO/IEC 17025:2017 versi terbaru yang menggantikan/meghapus secara otomatis versi lamanya yaitu ISO/IEC 17025:2005. Sebelum saya membahas Perbedaan struktur klausul persyaratan ISO/IEC 17025:2005 dengan ISO/IEC 17025:2017 ada baiknya kita mereview pentingnya ISO/IEC 17025 dan kenapa indonesia harus mengikuti aturan standarisasi tersebut yang saya kutip pada pertemuan teknis KAN-BSN dipalembang pada awal tahun 2018 kemarin:

Seperti yang kita ketahu bersama untuk mengantisipasi era globalisasi perdagangan dunia, seperti Asean Economic Community (2015) dan APEC (2020), kegiatan standardisasi yang meliputi standar dan penilaian kesesuaian secara terpadu perlu dikembangkan secara berkelanjutan. Standardisasi diperlukan untuk memantapkan dan meningkatkan daya saing produk nasional, memperlancar arus perdagangan dan melindungi kepentingan umum.
Untuk membina, mengembangkan serta mengkoordinasikan kegiatan di bidang standardisasi secara nasional menjadi tanggung jawab Badan Standardisasi Nasional (BSN) dengan dibantu Komite Akreditasi Nasional (KAN). KAN mempunyai tugas menetapkan sistem akreditasi dan sertifikasi yang dioperasikan untuk memastikan kompetensi lembaga penilaian kesesuaian (LPK). 
“Perlu pembuktian bahwa pihak-pihak yang menerapkan standar itu sudah menerapkannya dengan betul, melalui proses suatu penilaian, dalam terminologi umumnya kita sebut dengan conformity assessment atau disebut juga penilaian kesesuaian. Tata cara penilaian kesesuaian tersebut diantaranya adalah uji laboratorium, inspeksi, sertifikasi, audit, dan lain sebagainya…….
Luar biasa bukan manfaat dari akreditasi terhadap standar tertentu kepercayaan, kualitas, kompetensi dan keterbukaan perdagangan global, eksport import dan lain sebagainya dengan adanya akreditasi dapat ditempuh dengan mudah. Baiklah sesuai tema pada tulisan saya saat ini yang berjudul ” Perbedaan struktur klausul persyaratan ISO/IEC 17025:2005 dengan ISO/IEC 17025:2017″ berikut ulasan detailnya dalam format lampiran PDF, silahkan klik pada link dibawah ini untuk penjelasan detailnya semoga bermanfaat:
Read More →
Replies: 0 / Share:

Kabar Terkini – Dipembukaan artikel ini saya mencoba menulis gaya ala jurnalis, semoga bisa ya. Kenapa harus kabar terkini, saya rasa masih cocok bilang kabar terkini karena isu ini masih hot dan masih menjadi diskusi-diskusi utama di dalam dunia persilatan (laboratorium maksudnya). Seperti yang kita ketahui organisasi non profit akhir tahun kemarin baru saja mereleased standar versi terbaru ISO/IEC 17025:2017, secara otomatis standar ini mengganti/menghapus versi lamanya ISO/IEC 17025:2005 luar bisa bukan, butuh waktu 12 tahun untuk bisa mengevaluasi dan merevisinya.

Lalu, apa yang menjadi isu hot, tentunya berkaitan dengan regulasi yang ada di indonesia dimana sebagai anggota APLAC dan ILAC indonesia pun mendapatkan himbauan untuk segera mensosialisasikan kepada seluru laboratorium pengujian dan kalibrasi yang terakreditasi ISO/IEC 17025 untuk segera mengimplementasikan standar versi terbaru tersebut, dimana selambatnya november 2020 semua lab harus sudah mengacu kepada versi ISO/IEC 17025:2017. Himbauan ini disampaikan dan disosialisasikan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai lembaga yang ditunjuk negara dalam melakukan akreditasi kepada laboratorium-laboratorium pengujuan dan kalibrasi dibawah naungan Badan Standarisasi Nasional.

Hasil dari sosialisasi tersebut menimbulkan kegalauan dan kerisauan para praktisi laboratorium, karena setelah direview terdapat perubahan struktur dari versi lama ke versi baru. Hal ini seolah olah laboratorium harus merubah dokumenya semua, meskipun KAN/ISO tidak mempersyaratkanya secara khusus. Namun jika kita lihat dari sudut proses audit, implementasi dan bunyi dari klausul klausul terkait akan banyak tumpang tindih dan kerancuan jika dokumen tersebut tidak disesuaikan.  Mangknya sebagai salah satu tim konsultan iso 17025 alhamdulillah saya banyak kebagian order untuk membantu menyelesaikan hal-hal diatas diklien-klien perusahaan.

Untuk mempermudah pemahaman dan implementasi karena BSN belum mengeluarkan versi Bahasa Indonesia ISO/IEC 17025 saya dan tim mencoba mentranslate secara bebas standar tersebut, translate ISO/IEC 17025:2017 ini saya khususkan untuk membantu para laboratorium/klien  BMD Training Centre agar mudah memahami isi dan maksudnya, meskipun ditranslate dengan bebas mudah-mudahan mewakili maksud dan tujuan dari standar aslinya.  Berikut ini adalah beberapa kutipan yang sudah kami rumuskan:

ISO/IEC 17025 : 2017

(Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Penguji dan Kalibrasi)

  1. Ruang Lingkup

Dokumen ini menentukan persyaratan umum untuk kompetensi, ketidakberpihakan dan pengoperasian Laboratorium yang konsisten. Dokumen ini berlaku untuk semua organisasi yang melakukan kegiatan laboratorium pengujian dan/atau kalibrasi, berapapun jumlah personilnya.

Pengguna jasa laboratorium, regulator, organisasi dan badan akreditasi yang melakukan assessment/pre-asesmen menggunakan dokumen ini dalam mengkonfirmasi kompetensi laboratorium penguji dan/atau kalibrasi.

  1. Acuan Normatif

Dokumen acuan berikut sangat diperlukan dalam mengaplikasikan standard ini. Untuk acuan dengan tahun penerbitan, hanya edisi yang dikutip yang berlaku. Untuk dokumen acuan tanpa tahun penerbitan, edisi terakhir dokumen acuan tersebut (termasuk amandemennya) yang berlaku.

– ISO/IEC Guide 99, International vocabulary of metrology –Basic and general concepts and associated term (VIM)1)

– ISO/IEC 17000, conformity assessment – Vocabulany and General principles.

  1. Istilah dan Defenisi

Untuk keperluan standard ini berlaku istilah dan definisi ISO/IEC Guide 99 dan ISO/IEC 17000

  • Ketidakberpihakan

Adanya Objektifitas:

Catatan 1 untuk judul : Objektifitas berati bahwa tidak adanya konflik kepentingan atau sebaiknya diselesaikan agar tidak mempengaruhi aktifitas dilaboratorium kedepannya (3.6)

Catatan 2 untu judul : Istilah lain yang berguna dalam menyampaikan unsur ketidakberpihakan meliputi, “kebebasan dari benturan kepentingan”, “kebebasan dari bias”, “ketiadaan prasangka”, “netral”, “keadilan”, “keterbukaan pikiran”, “bahkan kewaspadaan”, “detasemen”, “keseimbangan”

  • Keluhan

Pernyataan ketidakpuasan dari orang/organisasi maupun terhadap laboratorium (3.6), yang berkaitan dengan kegiatan atau hasil dari laboratorium yang bersangkutan, yang diharapkan dapat menanggapi keluhan.

  • Uji Banding Antar Laboratorium

Organisasi, kinerja dan evaluasi pengukuran atau pengujian pada parameter dan/atau alat yang sama oleh dua laboratorium atau lebih, sesuai kondisi yang telah ditentukan/yang berlaku.

  • Uji Banding Antar Laboratorium

Organisasi, kinerja dan evaluasi pengukuran atau pengujian pada parameter dan/atau alat yang sama didalam laboratorium yang sama. (3.6) sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan/yang berlaku.

  • Uji Profisiensi

Evaluasi kinerja laboratorium terhadap kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya dengan cara melakukan perbandingan hasil uji/kalibrasi antar laboratorium.

  • Laboratorium

Badan yang melakukan satu atau beberapa kegiatan berikut :

-Pengujian

-Kalibrasi

-Pengambilan sample terkait dengan pengujian atau kalibrasi yang akan dilakukan selanjutnya

-Ketetapan Aturan, Aturan yang menjelaskan bagaimana pengukuran ketidakpastian dapat dipertanggung jawabkan saat menyatakan kesesuaian dengan persyaratan yang telah ditentukan.

-Verifikasi, Menyediakan bukti objektif bahwa barang/jasa yang diberikan memenuhi persyaratan yamg ditentukan.

Contoh 1 : Pernyataan bahwa bahan referensi yang diberikan seperti yang diklaim berupa homozigot yang mana untuk nilai kuantitas dan prosedur pengukuran terhadap yang bersangkutan, turun ketika diukur massanya sebanyak 10 mg

Contoh 2 : Memastikan bahwa kinerja atau persyaratan hukum pada system pengukuran telah sesuai

Contoh 3 : Memastikan bahwa target pengukuran ketidakpastian dapat terpenuhi

———————————————————————————————————————————————————————————————-

Mudah-mudah translate bebas Bahasa Indonesia ISO/IEC 17025:2017 diatas cukup menggambarkan bagi anda yang ingin mempelajarinya lebih lanjut. Sehingga apa yang menjadi kegelisahan dan kegalauan anda saat ini minimal ada butir-butir harapan yang masih bisa anda goreskan dalam PR dan pekerjaan anda sehari-hari di laboratorium. Jangan khawatir, untuk mendapatkan ISO/IEC 17025:2017 Bahasa Indonesia tersebut anda juga bisa mendapatkan bagianya dengan mengklik link dibawah ini semoga bermanfaat:

ISO/IEC 17025:2017 Translate Bahasa Indonesia PDF

Jangan lupa, jika anda ingin mentahui apa aja sih yang berbeda pada ISO/IEC 17025:2005 dengan versi terbaru ISO/IEC 17025:2017 silahkan klik pada judul artikel dibawah ini:

  • Perbedaan struktur klausul persyaratan ISO/IEC 17025:2005 dengan ISO/IEC 17025:2017
Read More →
Replies: 0 / Share:

Ekonomi Teknik (Evaluasi dan Analisa Ekonomi Teknik Dalam Pra Prancangan Pabrik Program Studi Teknik Kimia)

Konsep Dasar Ekonomi Teknik

Konsep Ekonomi:

Dalam menjalankan kehidupan salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh manusia adalah keterbatasan barang, dimana hal ini bersebrangan terhadap kebutuhan manusia yang tidak pernah terbatas. Sehingga manusia rela berkorban dan berjuang mati-matian untuk mendapatkan barang – harga. Oleh karena itu dalam menjalankan sebuah proyek investasi “Nilai Ekonomi” sangat ditentukan oleh supply dan demand yang terjadi. Dimana dalam setiap proyek investasi, investor selalu berharap mendapatkan keuntungan maksimal dengan pengorbanan minimal.

Analisis Rancangan Teknik:

  1. Untuk menentukan model/rancangan teknik mana yang akan dipilih dalam sebuah proyek investasi
  2. Untuk menentukan waktu yang tepat dalam menjalankan sebuah proyek investasi
  3. Untuk mendapatkan alasan utama dalam memilih metode rancangan yang akan dijalankan pada sebuah proyek investasi

 

Tujuan Analisa Ekonomi Teknik

  1. Untuk mendapatkan analisa dan alternatif pilihan dari beberapa rancangan analisa yang sesuai dengan kondisi-kondisi tertentu dengan pertimbangan ekonomi/menguntungkan untuk direalisasikan.
  2. Sehingga menghasilkan analisa ekonomi dari suatu investasi teknik layak untuk dijalankan

Demikianlah pemaparan singkat terkait pembahasan Ekonomi Teknik Program Studi Teknik Kimia, untuk pembahasan full text dan referensi-referensi terkait dapat didownload disini atau jika ada kendala silahkan konfirmasi via email: renaldomontri@gmail.com

Referensi-referensi:

  • Peters M.S and Timmerhouse K.D. 1991. Plant Design and Economics for Chemical Engineers International, 4th. Singapore: McGraw Hill.
  • Giatmant M. 2017. Ekonomi Teknik. Indonesia: Raja Grafindo Persada
  • Chemical Engineering Plant Cost Index. Ed. 2015
  • Equipment Cost Home by www.matche.com
Read More →
Replies: 0 / Share:

Training Kalibrasi Alat Ukur Dasar Tgl 14-16 Agustus 2018 di Yogyakarta

Training Alat Ukur Dasar – Secara definisi alat ukur adalah perangkat yang digunakan untuk menentukan nilai atau besaran dari suatu kuantitas atau variabel fisis. Umumnya sebuah alat ukur dasar berdasarkan output pembacaanya terbagi menjadi dua, yaitu alat ukur analog dan digital. Alat ukur analog memberikan hasil ukuran yang bernilai kontinyu, misalnya penunjukkan temperatur yang ditunjukkan oleh skala ataupun petunjuk jarum pada skala meter. Sementara alat ukur digital penunjukanya yaitu melalui skala elektronik dalam bentuk angka dengan jumlah digit tertentu.

Terkait alat ukur dasar ini, pada tanggal 14-16 Agustus 2018 di yogyakarta kemarin saya mendapatkan kesempatan untuk memberikan Pelatihan Alat Ukur Dasar kepada salah satu klien perusahaan yang berasal dari provinsi kalimantan timur. Suasana pelatihan penuh antusias dan para peserta sangat energik selama mengikuti pelatihan. Pada materi Training Kalibrasi Alat Ukur Dasar ini sebagai contoh alat yang disimulasikan dalam praktikum yaitu Kalibrasi Timbangan dan Kalibrasi Volumetrik Labu Ukur.

Dari hasil testimoni peserta terlihat peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan kami BMD Training Centre.   

Jika dari pembaca dan sahabat sekalian ada yang ingin mendapatkan Training Alat Ukur Dasar serupa dengan program ini, ataupun sedang membutuhkan Jasa Kalibrasi Alat Ukur Dasar silahkan menghubungi tim kami di No.tlp: 021-7563091 atau bisa juga dengan mengirim email ke tim customer service kami via: info@bmdstreet.com , dengan senang hati tim kami akan melayani kebutuhan anda.

 

Read More →
Replies: 0 / Share:

Training HACCP Tgl 12-13 April 2018 Jakarta

Training HACCP – Dalam sistem manajemen keamanan pangan, siapa yang tidak kenal HACCP. Dalam perkembangan sistem keamanan dunia standar ini telah dinilai efektif dalam mengurangi resiko kecelakaan pangan dan semisalnya. Pada tanggal 12-13 April 2018 saya kembali memberikan pelatihan untuk klien BMD, pelatihan kali ini bertajuk food safety yaitu Pelatihan HACCP.  Peserta yang terdaftar berasal dari PT Indomuro Kencana, PT Netroindo Qualta Dayantara, BMD Lab dan lain-lain.

Dalam program Training HACCP ini, materi pelatihan dibahas sangat detail, dari sisi konsep hingga case kasus-perkasus dilapangan sesuai profil perusahaan peserta dibahas dengan gamblang disini.

Berbicara, Food Safety atau HACCP apakah anda sudah tau sejarahnya, berdasarkan hasil review dari beberapa literatur berikut kesimpulan sejarahnya. Cek it out..!

Konsep HACCP pertama kali dikembangkan ketika perusahaan Pillsbury di Amerika Serikat bersama-sama dengan US Army Nautics Research and Development Laboratories, The National Aeronautics and Space Administration serta US Air Force Space Laboratory Project Group pada tahun 1959 diminta untuk mengembangkan makanan untuk dikonsumsi astronot pada gravitasi nol. Untuk itu dikembangkan makanan berukuran kecil ( bite size ) yang dilapisi dengan pelapis edible yang menghindarkannya dari hancur dan kontaminasi udara. Misi terpenting dalam pembuatan produk tersebut adalah menjamin keamanan produk agar para astronot tidak jatuh sakit. Dengan demikian perlu dikembangkan pendekatan yang dapat memberi jaminan mendekati 100% aman.

Tim tersebut akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa, cara terbaik untuk mendapatkan jaminan tertinggi adalah dengan sistem pencegahan dan penyimpanan rekaman data yang baik. Konsep yang saat ini dikenal sebagai HACCP ini, jika diterapkan dengan tepat dapat mengendalikan titik-titik atau daerah-daerah yang mungkin menyebabkan bahaya. Masalah bahaya ini didekati dengan cara mengamati satu per satu bahan baku proses dari sejak di lapangan sampai dengan pengolahannya. Bahaya yang dipertimbangkan adalah bahaya patogen, logam berat, toksin, bahaya fisik, dan kimia serta perlakuan yang mungkin dapat mengurangi cemaran tersebut. Disamping itu, dilakukan pula analisis terhadap proses, fasilitas dan pekerja yang terlibat pada produksi pangan tersebut.

Pada tahun 1971, untuk pertama kalinya sistem HACCP ini dipaparkan kepada masyarakat di negara Amerika Serikat di dalam suatu Konferensi Nasional Keamanan Pangan. Pada tahun berikutnya Pillsbury mendapat kontrak untuk memberikan pelatihan HACCP kepada badan Food and Drug Adminstration (FDA). Dokumen lengkap HACCP pertama kali diterbitkan oleh Pillsbury pada tahun 1973 dan disambut baik oleh FDA dan secara sukses diterapkan pada makanan kaleng berasam rendah.

Pada tahun 1985, The National Academy of Scienses (NAS) merekomendasikan penerapan HACCP dalam publikasinya yang berjudul An Evaluation of The Role of Microbiological Criteria for Foods and Food Ingredients. Komite yang dibentuk oleh NAS kemudian menyimpulkan bahwa sistem pencegahan seperti HACCP ini lebih dapat memberikan jaminan kemanan pangan jika dibandingkan dengan sistem pengawasan produk akhir.

Selain NAS, lembaga internasional seperti International Commission on Microbiological Spesification for Foods (ICMSF) juga menerima konsep HACCP dan memperkenalkannya ke luar Amerika Serikat. Ketika NAS membentuk The National Advisory Commitee on Microbiological Criteria for Foods (NACMCF), maka konsep HACCP makin dikembangkan dengan disusunnya 7 prinsip HACCP yang dikenal sampai saat ini. Konsep HACCP kemudian diadopsi oleh berbagai badan internasional seperti Codex Alimentarius Commission (CAC) yang kemudian diadopsi oleh berbagai negara di dunia termasuk Indonesia .

Secara singkat dan padat itulah sedikit ulasan terkait sejarah HACCP dan standarisasi keamanan pangan, semua hal tersebut diatas dapat di fasilitasi oleh perusahaan saya yang bergerak dibidang dalam berbagai program kerja sama, yaitu:

Silahkan anda buka masing-masing situs diatas sesuai dengan kebutuhan untuk mengetahui lebih detail produk jasa yang kami sediakan, atau jika ingin berdiskusi bisa juga menghubungi saya di kontak yang tertera pada Profil Saya.

 

Read More →
Replies: 0 / Share:

Verifikasi & Kalibrasi Metal Detector di PT Golden Tuna Bali Tgl 12 Maret 2018

Siapa yang tidak kenal dengan pulau bali, memiliki ICON sebagai pulau dewatanya indonesia yang sangat terkenal diseluruh penjuru dunia karena budaya dan keindahan alamnya terutama pantai. Secara geografis pulau Bali yang memiliki panjang pantai sekitar 81.000 kilometer itu memiliki potensi Industri Perikanan yang sangat besar, dengan perkiraan tangkapan bisa mencapai sekitar 147.000 ton pertahun,  dimana berdasarkan data terakhir yang diterbitkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) hasil tangkapan baru saat ini baru mencapai 108 ribu ton pertahun sehingga kapasitas produksi yang ada sangat berpeluang untuk ditingkatkan.

Pada tanggal 12 Maret 2018 perusahaan saya BMD Laboratory diberikan kepercayaan oleh salah satu perusahaan industri perikanan di bali yaitu PT Golden Tuna, perusahaan tersebut merupakan anak perusahaan dari PT Industri Perikanan Terpadu (Chiuh Shih) yang beralamat di JL. Ikan Tuna Raya Barat, Pedungan, Denpasar Selatan, Pelabuhan Benoa, Pedungan, Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80222. Saat itu team yang ikut turun ke lapangan salah satunya adalah saya, karena selain ada misi menjalin komunikasi dengan pelanggan sekaligus dalam rangka mengedukasi pelanggan terkait dengan persyaratan alat ukur dan regulasi/sertifikasi dalam industri perikanan (misal: ISO 22000 sistem keamanan pangan, HACCP, BRC dan lain sebagainya).

Berdasarkan pantauan dan hasil diskusi yang saya lakukan dengan pelanggan, diantara alat ukur yang harus diperhatikan tingkat akurasi/sensitifitas dalam industri perikanan adalah sebagai berikut:

  • Chiller, Cold Storage dan Penyimpanan. Dimana untuk produk ikan segar setelah diproses/dipilah berdasarkan jenis level/gradenya harus disimpan min. suhu -10 sampai -20 derajat celcius. Hal ini mengingat suhu dalam kondisi penyimpanan tersebut merupakan titik kritis yang harus dikendalikan (lihat persyaratan haccp)
  • Alat ukur kandungan/kadar histamin (Elisa Reader). Alat ini sangat penting untuk dikalibrasi mengingat dalam produk hasil perikanan batas toleransi kandungan histamin pada hasil perikanan aturanya batas minimal dan maksimal (toleransi) sangat ketat, salah satunya sesuai dengan persyaratan yang tertuang dalam SNI Produk Perikanan (klik disini untuk melihatnya)
  • Heat Seal Vacum, dalam aplikasi industri perikanan alat tersebut digunakan untuk memvakum udara dalam kemasan packing ikan sebelum di seal dengan panas sebuah heater. Pada umumnya panas yang dihasilkan saat melakukan proses seal adalah suhu steril yaitu 180 derajat celcius. Titik kritis dalam mesin ini adalah akurasi Temperature & Tekanan mesin oleh karena itu sebagai bentuk pengendalian maka setting parameter (suhu & tekanan) harus dikalibrasi secara berkala.
  • Timbangan Digital, alat ini mempunyai peran penting dalam menentukan kualitas produk dari sisi berat/bobot. Jika posisi kita sebagai perusaaan penghasil produk perikanan, apabila timbangan yang digunakan sudah tidak akurat jelas ini akan mengakibatkan kerugian karena berpotensi bobot produk yang dijual melibihi ketentuan. Begitu juga pelanggan, akan merasakan hal yang sama apabila produk yang diharapkan memiliki bobot yang tidak sesuai.
  • Metal Detector, alat ini digunakan untuk mengendalikan titik kritis pada sebuah proses produksi yang berpotensi mengandung logam. Pada umumnya yang dideteksi oleh alat ini adalah logam FE, Non FE dan SS (stainless). Ketiga cemaran tersebut di produk perikanan sangat potensial terjadi mengingat dalam proses pengolahan banyak menggunakan tool/alat kerja yang mengandung logam. Ataupun potensi cemaran lainya yaitu yang bersumber dari habitat perikanan, seperti laut/tambak yang tercemar oleh logam berat dan sebagainya.

Secara singkat dan padat itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penanganan keamaan pangan dalam industri perikanan, semua hal tersebut diatas dapat di fasilitasi oleh perusahaan saya yang bergerak dibidang:

Silahkan anda buka masing-masing situs diatas sesuai dengan kebutuhan untuk mengetahui lebih detail produk jasa yang kami sediakan, atau jika ingin berdiskusi bisa juga menghubungi saya di kontak yang tertera pada Profil Saya.

Terima Kasih..

Read More →
Replies: 0 / Share: